Plagiarism and AI Usage Policy

JUKNIS : Jurnal Komunikasi dan Inovasi Bisnis menjunjung tinggi integritas akademik dan secara tegas menolak segala bentuk plagiarisme serta penyalahgunaan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penulisan naskah ilmiah.

1. Kebijakan Plagiarisme (Plagiarism Policy)

  • Definisi: Plagiarisme mencakup tindakan menyalin teks, gagasan, gambar, atau data dari sumber lain (termasuk karya penulis sendiri yang telah diterbitkan sebelumnya / self-plagiarism) tanpa memberikan kutipan atau pengakuan yang tepat.
  • Batas Maksimal Kesamaan (Similarity Index): Jurnal ini menetapkan batas maksimal tingkat kesamaan naskah (similarity index) sebesar 25%. Daftar pustaka (bibliography) dan kutipan langsung yang diapit tanda kutip dapat dikecualikan dari pemindaian.
  • Alat Pengecekan: Setiap naskah yang dikirimkan akan dipindai menggunakan perangkat lunak pendeteksi plagiarisme profesional, seperti Turnitin atau iThenticate, pada tahap Pemeriksaan Awal (Desk Review).
  • Sanksi: Naskah yang terdeteksi memiliki tingkat kesamaan di atas 25% akan dikembalikan kepada penulis untuk direvisi. Jika indikasi plagiarisme sangat berat atau disengaja, Dewan Redaksi berhak menolak naskah (Reject) secara langsung.

2. Kebijakan Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI Usage Policy)

Kami menyadari bahwa alat berbasis AI (seperti ChatGPT, Claude, Gemini, dll.) dapat membantu proses penulisan. Namun, penggunaannya harus mematuhi pedoman etika berikut:

  • Batas Deteksi AI (AI Detection Limit): Jurnal ini menetapkan batas maksimal persentase teks yang terdeteksi sebagai buatan AI sebesar 25%. Naskah akan dipindai menggunakan fitur pendeteksi AI (seperti Turnitin AI Detector). Naskah yang melampaui batas 25% akan dikembalikan kepada penulis untuk ditulis ulang dengan gaya bahasa dan analisis mandiri.
  • Kepengarangan (Authorship): Alat AI (seperti Large Language Models) tidak dapat dicantumkan sebagai Penulis (Author) atau Pendamping Penulis (Co-Author). Kepengarangan membawa tanggung jawab hukum dan etis yang hanya dapat dipikul oleh manusia.
  • Transparansi dan Deklarasi: Jika penulis menggunakan AI untuk membantu menyusun kerangka (brainstorming), menerjemahkan teks, atau memoles tata bahasa, penulis wajib mendeklarasikan penggunaan tersebut. Deklarasi harus mencakup nama alat AI yang digunakan dan tujuan penggunaannya (misalnya, diletakkan pada bagian Metode atau Ucapan Terima Kasih).
  • Tanggung Jawab Penuh: Penulis manusia bertanggung jawab penuh atas keakuratan, kebenaran, dan orisinalitas seluruh isi naskah. Penulis wajib memverifikasi semua fakta, data, dan kutipan (sitasi) yang dihasilkan oleh AI untuk menghindari informasi palsu (AI hallucinations) atau referensi fiktif.
  • Pengecualian: Penggunaan perangkat lunak untuk pengecekan ejaan dan tata bahasa standar (seperti Grammarly atau fitur bawaan Microsoft Word) diizinkan dan tidak perlu dideklarasikan.