Plagiarism and AI Usage Policy
Abdi Banua: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat berkomitmen menjaga orisinalitas, integritas akademik, transparansi, dan keandalan setiap artikel yang diterbitkan.
Seluruh naskah yang dikirimkan harus merupakan karya asli, dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, serta bebas dari plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi, manipulasi sitasi, duplikasi publikasi, dan bentuk pelanggaran etika lainnya.
Plagiarisme merupakan penggunaan kata, gagasan, data, struktur argumentasi, gambar, tabel, atau karya pihak lain tanpa memberikan atribusi dan sitasi yang memadai.
Abdi Banua: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat tidak mentoleransi plagiarisme dalam bentuk apa pun.
Setiap naskah yang dikirimkan dapat diperiksa menggunakan perangkat pendeteksi kemiripan seperti Turnitin, iThenticate, atau perangkat lain yang digunakan oleh pengelola jurnal.
Batas similarity yang ditetapkan oleh Abdi Banua: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat adalah maksimal 25%.
Naskah dengan similarity score di atas 25% dapat dikembalikan kepada penulis untuk dilakukan perbaikan, parafrasa, penyempurnaan sitasi, pengurangan kemiripan yang tidak diperlukan, dan pemeriksaan ulang sebelum proses editorial dilanjutkan.
| Similarity Score | Status | Tindakan |
|---|---|---|
| 0–15% | Rendah | Dapat dilanjutkan ke evaluasi editorial. |
| 16–25% | Dapat Diterima | Tetap dilakukan pemeriksaan substantif oleh editor. |
| >25% | Perlu Revisi | Naskah dikembalikan untuk perbaikan dan pemeriksaan ulang. |
Editor tetap mengevaluasi sumber kemiripan, lokasi teks yang terdeteksi, kualitas sitasi, kutipan langsung, daftar pustaka, istilah metodologis, serta konteks akademik sebelum menentukan adanya plagiarisme.
Penulis harus menghindari penggunaan kembali bagian substansial dari publikasi sebelumnya tanpa sitasi yang tepat. Materi yang telah dipublikasikan tidak boleh disajikan kembali seolah-olah merupakan hasil baru.
Penulis tidak diperkenankan mengirimkan atau menerbitkan artikel yang sama atau secara substantif sangat serupa pada lebih dari satu jurnal.
Jika artikel memiliki hubungan dengan publikasi sebelumnya, keterkaitan tersebut harus diungkapkan secara transparan kepada editor.
Teknologi Artificial Intelligence dan generative AI dapat digunakan secara terbatas dan bertanggung jawab sebagai alat bantu. AI tidak boleh menggantikan tanggung jawab intelektual, akademik, maupun etis penulis.
Abdi Banua: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat menetapkan batas administratif hasil AI Detection Score maksimal 30%.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan nilai lebih dari 30%, editor dapat mengembalikan naskah kepada penulis untuk:
- melakukan penyuntingan ulang secara mandiri;
- memperkuat argumentasi dan analisis penulis;
- memverifikasi seluruh konten yang dibantu AI;
- memperbaiki konten generatif yang tidak dapat dipertanggungjawabkan;
- melakukan pemeriksaan AI ulang setelah revisi.
| AI Score | Status | Tindakan Editorial |
|---|---|---|
| 0–15% | Rendah | Dapat dilanjutkan ke pemeriksaan editorial. |
| 16–30% | Batas Diterima | Editor dapat melakukan evaluasi tambahan apabila diperlukan. |
| >30% | Perlu Revisi | Naskah dikembalikan untuk revisi dan pemeriksaan ulang. |
Hasil AI detector tidak digunakan sebagai satu-satunya bukti pelanggaran etika. Sistem deteksi AI dapat menghasilkan ketidakakuratan atau false positive. Oleh karena itu, editor tetap mempertimbangkan kualitas tulisan, konsistensi argumentasi, referensi, data pendukung, deklarasi penggunaan AI, dan klarifikasi penulis sebelum mengambil keputusan.
Sistem AI seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Copilot, DeepSeek, maupun platform sejenis tidak dapat dicantumkan sebagai author atau co-author.
AI tidak dapat memberikan persetujuan publikasi, bertanggung jawab terhadap isi artikel, menjamin orisinalitas, maupun menyatakan konflik kepentingan.
Penggunaan AI harus diungkapkan apabila memberikan kontribusi substantif terhadap penulisan, analisis data, penerjemahan, pembuatan kode, pengembangan gambar, atau proses lain yang secara material memengaruhi artikel.
Penggunaan AI yang terbatas pada pemeriksaan ejaan atau tata bahasa sederhana dapat dikecualikan dari deklarasi sesuai pertimbangan editor.
AI tidak boleh digunakan untuk menciptakan atau memanipulasi:
- data kegiatan yang tidak pernah diperoleh;
- jumlah peserta fiktif;
- hasil pre-test atau post-test palsu;
- wawancara yang tidak pernah dilakukan;
- hasil observasi fiktif;
- kutipan narasumber palsu;
- statistik palsu;
- dokumentasi kegiatan fiktif.
Referensi yang diperoleh dari AI wajib diverifikasi terhadap sumber asli.
Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa nama penulis, judul, nama jurnal, tahun, volume, nomor, halaman, DOI, dan informasi bibliografis lainnya benar dan dapat diverifikasi. Referensi fiktif atau hallucinated references tidak diperbolehkan.
Gambar yang dihasilkan atau dimodifikasi menggunakan AI tidak boleh digunakan untuk memalsukan dokumentasi kegiatan maupun mengubah fakta.
AI tidak boleh digunakan untuk menambah, menghilangkan, atau mengubah peserta dan objek sehingga dokumentasi tidak lagi mencerminkan kegiatan yang sebenarnya.
AI dapat digunakan sebagai alat bantu analisis sepanjang data yang dianalisis merupakan data asli dan metode yang digunakan dapat dijelaskan secara transparan.
Hasil analisis harus diverifikasi oleh penulis, dan interpretasi akhir tetap menjadi tanggung jawab manusia.
Penulis harus berhati-hati ketika menggunakan platform AI publik.
Informasi berikut tidak boleh diunggah tanpa perlindungan privasi dan izin yang memadai:
- identitas peserta;
- data pribadi;
- informasi kesehatan;
- dokumen rahasia;
- data mitra yang bersifat sensitif;
- informasi institusional yang belum dipublikasikan.
Reviewer wajib menjaga kerahasiaan naskah dan tidak diperkenankan mengunggah keseluruhan atau bagian substansial naskah yang belum diterbitkan ke layanan AI publik apabila tindakan tersebut dapat menyebabkan kebocoran informasi.
AI tidak boleh menggantikan penilaian profesional dan keputusan akademik reviewer.
Teknologi otomatis dapat digunakan untuk membantu proses teknis seperti pemeriksaan similarity, bahasa, metadata, dan format.
Keputusan menerima, merevisi, menolak, atau menentukan adanya pelanggaran etika harus tetap berdasarkan penilaian manusia.
Naskah yang melebihi salah satu batas tersebut dapat dikembalikan kepada penulis untuk revisi dan pemeriksaan ulang sebelum proses editorial dilanjutkan.
Dengan mengirimkan naskah ke Abdi Banua: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, penulis menyatakan bahwa naskah merupakan karya asli, bebas dari plagiarisme, fabrikasi, dan manipulasi data, serta penggunaan Artificial Intelligence, apabila ada, dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, dan tetap berada di bawah pengawasan serta tanggung jawab penulis.