Perspektif Sosial, Pendidikan Dan Pelestarian Budaya Banjar Terhadap Gaya Humor Mahalabiu
Keywords:
Humor, Mahalabiu, Budaya BanjarAbstract
Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya humor Mahalabiu dalam masyarakat Banjar dari perspektif sosial, pendidikan, dan pelestarian budaya. Mahalabiu merupakan salah satu bentuk humor lisan tradisional khas masyarakat Banjar yang menonjolkan kecerdikan berbahasa, permainan kata, serta sindiran halus terhadap realitas sosial. Melalui kelucuan yang bernuansa santun, humor ini mencerminkan karakter masyarakat Banjar yang cerdas, ramah, dan berbudaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis budaya. Data diperoleh melalui wawancara dengan sepuluh orang masyarakat Alabio yang terdiri atas tokoh masyarakat dan generasi muda, serta penelaahan terhadap berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan karya akademik lain yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mahalabiu masih hidup dan berperan penting dalam kehidupan sosial masyarakat Banjar. Humor ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai media komunikasi sosial, penyampai kritik dengan cara halus, serta wahana pendidikan moral yang mengajarkan nilai kesopanan, kecerdikan berpikir, dan kebijaksanaan dalam bertutur. Dari sisi pelestarian budaya, Mahalabiu berperan mempertahankan eksistensi bahasa Banjar dan memperkuat identitas budaya daerah di tengah arus globalisasi. Dengan demikian, Mahalabiu tidak hanya dipahami sebagai bentuk ekspresi humor semata, tetapi juga sebagai simbol kreativitas linguistik dan ketahanan budaya masyarakat Banjar yang perlu dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda agar tetap relevan dalam kehidupan modern.
Downloads
References
Ariyanti. Bahasa ibu sebagai sumber budaya literasi: bunga rampai. Unpad Press, 2016.
Dadang Supardan M.Pd. Pengantar Ilmu Sosial: Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Bumi Aksara, 2024.
Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan & Pariwisata. Materi muatan lokal kebudayaan Banjar: muatan lokal. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, 2011.
Dr Lutma Ranta Allolinggi, S. E. M.Pd, Prof Dr Sapriya M.Ed, dan Prof Dr Kama Abdul Hakam M.Pd. Model Pembelajaran PURso berbasis Kebudayaan Lokal di Sekolah Dasar. Indonesia Emas Group, 2025.
Effendi, Rustam. “Cucupatian (teka-teki) banjar: analisis struktur, fungsi, dan nilai budaya.” Masyarakat Indonesia 36, no. 2 (2010): 209–43. https://doi.org/10.14203/jmi.v36i2.652.
Effendi, Rustam. “Eksistensi Sastra Lisan Mahalabiu Bagi Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan.” LITERA 11, no. 2 (2012). https://doi.org/10.21831/ltr.v11i2.1071.
Endraswara, Suwardi. Metodologi Penelitian Botani Sastra. UGM PRESS, 2024.
Fadli, Zul, Hasdairta Laniampe, Liza Husnita, dkk. Sejarah Kebudayaan Indonesia. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah, 2024.
Harahap, Abdi Syahrial, Rita Nofianti, dan Nanda Rahayu Agustia. Membentuk karakter unggul : Peran Orang tua Etnis Banjar dalam Mengasah Kearifan Lokal Anak. PT. Green Pustaka Indonesia, 2023.
Hestiyana, Hestiyana. “Fungsi dan makna sastra lisan banjar mahalabiu.” Jurnal Bebasan 1, no. 1 (2014): 32–40. https://doi.org/10.26499/bebasan.v1i1.7.
Kurniasari, Dwi, Lukman Hakim, dan Muhammad Syaifudin. “Peran Hubungan Masyarakat Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan.” Journal on Education 6, no. 2 (2024): 12175–84. https://doi.org/10.31004/joe.v6i2.5043.
M. Suriansyah Ideham. Urang Banjar dan kebudayaannya. Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan, 2007.
Muntazori, Ahmad Faiz, Muhammad Rifqi, Nurulfatmi Amzy, dan Sulis Setiawati. KIBAR 2020: Proceedings of the 1st Konferensi Internasional Berbahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI. European Alliance for Innovation, 2022.
Muttaqin, Ahmad Imam, dan Agus Subiyanto. “Ketaksaan Makna dalam Mahalabiu: Kajian Teori X-Bar.” Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi 5, no. 3 (2021): 447–62. https://doi.org/10.14710/anuva.5.3.447-462.
Rafiqoh, Putri Ayu Hadayatur. “Ethnography of communication: the way of speaking in banjar community of south kalimantan.” Jurnal Common 9, no. 1 (2025): 1–13. https://doi.org/10.34010/5z0szw26.
Rahman, Taupik. “Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Mahalabiu dalam Jual Beli di Kota Banjarmasin.” Masters, Pascasarjana, 2025. https://idr.uin-antasari.ac.id/30023/.
Ramadhan, Juhairi. “Wacana humor cerita mahalabiu (humor discourse of mahalabiu stories).” Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya 6, no.1 (2017): 61–69. https://doi.org/10.20527/jbsp.v6i1.3739.
Wahyudi, Ferry. Dafa anak angkat demba ba. Mang Dana Publishing, 2021.
YukBerpuisi! Untuk Anak Cucu Serba-Serbi Kebudayaan Banjar. GUEPEDIA, 2022.
Yunus, Muhammad, dan M. Ridha Anwari. “makna dan fungsi mahalabiu dalam pertuturan masyarakat desa.” Jurnal Pendidikan Bahasa Melayu 3, no. 1 (2016): 72–78.
